Wednesday, July 15, 2015

Sydney Trip : Arrive! Brace Yourself!

Halo halo teman-teman yang lagi menikmati libur lebaran. I’m back!  Still fabulous and gorgeous seperti biasa tentunya dengan membawa oleh-oleh dari Sydney untuk kalian. Yup, oleh-olehnya cerita liburan gw ya (ngeselin). Hahaha..

Di postingan ini gw mau cerita hari pertama gw di Sydney dan beberapa tips arrival untuk kalian yang berencana liburan di Sydney. Tujuannya simpel, supaya liburan kalian seru dan fabulous seperti liburan gw tentunya. Hohohoho..

Liburan Sydney ini berawal dari keinginan gw dan teman-teman yang lain untuk ikut acara tahunan Hillsong Church yaitu Hillsong Conference 2015. Setelah persiapan setengah tahun dari November tahun lalu, akhirnya tanggal 27 Juni, gw, TomKuu, Andrew Christiawan, Andrew Ru, dan Ting-Ting berangkat ke Sydney. Karena kita naik Air Asia, kita transit dulu beberapa jam di Kuala Lumpur lalu dilanjutkan dengan flight ke Sydney. Perjalanan dari KL ke Sydney lumayan lama sekitar 7 jam 40 menit dan kita ngambil flight jam 23. 40. Dehh, bayangin deh gimana gw di pesawat. Gak bisa tidur donk kak walaupun udah minum obat tidur. Alhasil pagi-pagi sampe di Sydney dengan mata panda dan kepala pusing.


Flight To Sydney

Almost arrive!


Arrive!


Sesampainya di Kingsford Smith yaitu airport Sydney, kita lewatin imigrasi dan custom. Bagi yang membawa makanan termasuk saos sambel dan lainnya wajib ngelapor di custom ya karena Australia cukup ketat untuk urusan barang-barang yang masuk ke negaranya. Tapi untuk urusan imigrasinya sendiri cukup lancar dan gak ditanya macem-macem kog.

Nah, di airport Sydney banyak banget brosur-brosur dan peta wisata Sydney. Brosur-brosur tersebut sangat recommended untuk diambil karena banyak info dan di bagian belakang buku Sydney Guide ada banyak kupon diskon untuk masuk ke tempat wisata di Sydney seperti wisata di Darling Harbour, Blue Mountain, dan Taronga Zoo. Lumayan kan bisa menghemat beberapa puluh dollar.

Brosur dan Map Sydney


Setelah selesai dengan urusan imigrasi, bagasi, dan custom, kita semua mampir di booth Optus yang ada di airport. Optus adalah provider telepon yang cukup terkenal disini. Selain Optus sebenarnya ada Vodafone dan Telstra. Tapi kita direkomendasikan untuk beli Optus sama temen yang udah lama tinggal di Aussie. Jadilah kita ngantri untuk beli SIM Card Optus.


Booth Optus


Optus sendiri punya banyak  pilihan paket. Ada yang $30, $40, $60 tergantung kuota dan pulsanya. Kita pilih paket $30 tapi karena ada promo jadi harganya cuma $20 yang udah include paket data 500 MB selama seminggu dan pulsa kalo gak salah $30. Termasuk murah. Dan ternyata 500 MB sangat-sangat cukup untuk ber socmed ria selama 10 hari. Padahal kita kira kartunya bakal mati setelah seminggu, tapi ternyata sampai kita pulang ke Indo, kartunya masih bisa dipakai. Lalu telpon sesama nomor Aussie juga gratis dan internetnya super ngebut. Gak rugi lah beli kartu ini kalo berencana stay cukup lama di Sydney karena kita akan sangat-sangat perlu koneksi internet untuk liat google maps dan jadwal train.

Optus card

Setelah selesai dengan urusan SIM Card, kita menuju apartemen yang udah kita sewa untuk 10 hari ke depan di daerah Erskinville tepatnya di Sydney Park Road. Kita dapet apartemen ini dari AirBnB.com dan ternyata apartemennya sangat-sangat memuaskan. Dekat dengan train station St. Peters dan banyak tempat makan di sekitar apartemen. Lalu apartemennya juga cozy dan lengkap. Ada 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, mesin cuci, mesin pengering baju, dishwasher, oven, microwave, dan si owner juga udah nyiapin beberapa bahan makanan yang bisa kita pakai. Selain itu ada fasilitas gym dan kolam renang juga. Berasa hommy banget lah waktu sampe di apartemen.



Balkon Apartemen


Pool view

Kamar mandi

 Kamar tidur

Ruang Tamu

Setelah selesai beres-beres, karena udah jam makan siang, akhirnya gw, TK, dan Andrew Ru keluar untuk cari makan dan ke supermarket untuk beli sarapan buat beberapa hari. Sempet bingung karena banyak tempat makan, gw dan TK milih makan di coffee shop pinggir jalan Sydney. Syok juga pas liat harga semua makanannya di atas $10. Tapi sepertinya standar makan di Sydney emang segitu deh.

First meal at Sydney



Selesai makan, kita ke minimarket dan gw beli sereal, susu, biskuit. Selain itu, kita juga beli OPAL CARD. Nah, OPAL ini juga salah satu hal penting yang harus dibeli kalo niat jalan-jalan sendiri di Sydney. Opal card bisa dipakai di train, bus, dan feri selama di Sydney dan bisa di top-up dengan kelipatan $10. Untuk pembelian pertama, gw dan teman-teman langsung top-up $40. Keuntungan pakai OPAL card ini adalah, kita bisa gratis kemana saja selama seminggu setelah kita pakai OPAL ini 8 kali. Jadi misalnya hari Selasa kita sudah tap OPAL card kita selama 8 kali, di hari Rabu sampai hari Minggu kita gratis naik transportasi di Sydney (yang pakai OPAL). Tapi di hari Senin berikutnya ya bayar lagi sampe 8 kali pemakaian. Untuk informasi, satu kali perjalanan dengan train biasanya harganya $3 - $5 tergantung jauh dekatnya. Jadi triknya adalah, kalo kalian berencana pergi ke tempat yang lumayan jauh, tunggu sampe OPAL nya gratisan jadi walaupun jauh, gak kena charge sama sekali. Hehehehe..

OPAL CARD


O ya, untuk yang mau menghemat biaya makan, kalian juga bisa beli sereal dan susu untuk sarapan. Susu dan sereal di Aussie beda dengan Indo dan rasanya enak loh. Yogurt dan madunya juga enak. Untuk yang kangen dengan nasi juga bisa beli nasi instant yang tinggal di microwave aja. Dengan ngestock makanan, uang jajannya bisa disimpen untuk lunch atau dinner. Di Aussie, biasanya orang-orang belanja di Woolworths, kayak Carrefour gitu deh kalo di Indo. Selain Woolworth ada juga supermarket yang lain yaitu Coles. Harganya gak jauh beda kog.

Woolworths and Coles




Yogurt dan Sereal terenak yang pernah gw makan


Tips selanjutnya adalah download aplikasi TripView Lite di smartphone kalian. Apps ini adalah apps untuk ngecek jadwal train di Sydney. Caranya gampang banget. Kita tinggal masukin nama station tempat kita dan station tujuan. Lalu nanti akan muncul jadwal train beserta nomor platform nya. Kalau kita perlu transit, apps ini juga akan kasih tau dimana kita akan transit dan harus tukar di platform berapa. Jam kedatangan train yang ada di apps ini sangat-sangat tepat waktu jadi kita bisa memperkirakan jam berapa kita akan sampai di tujuan.

Trip View Lite



Google maps juga berguna banget di Sydney terutama yang kemana-mana jalan kaki dan naik transportasi umum. Dengan pake googlemaps, kita gak perlu takut nyasar karena GPS nya akurat banget.

Sekian tips and trik yang bisa gw kasih untuk hari pertama di Sydney. Semoga bisa berguna untuk kalian yang mau jalan-jalan ke Sydney. Jangan lupa untuk tetap bawa paspor kemanapun kalian pergi ya. Nantikan cerita tentang tempat wisata di Sydney dan Hillsong Conference 2015 di postingan berikutnya ya.. See you! :)



Thursday, June 11, 2015

Do It YourSelf : How to Apply Australia Visa

I'm back!!! Kangen kan kangen kan?
Sepertinya gw udah gak stick to new year resolution deh. Kan janjinya padahal seminggu sekali bakal nulis blog. Trus bulan Mei gw gak nulis sama sekali. Hahahaha.. Maap deh. Nanti Juli bakal rajin nulis soalnya ada yang mau diceritain ke kalian semua.
Tentang apakah itu? Nantikan cerita sayah di bulan Juli yang pastinya bakal membuat kalian envy sama gw *evilgrin. Hohohohoho...

Nah, kali ini gw mau berbagi pengalaman gw Mei lalu waktu membuat visa Australia. Oh iya, pada belum tau kan kalo gw mau ke Sydney akhir bulan ini (yeay!) dalam rangka menghadiri acara akbar dari Hillsong Church yaitu Hillsong Conference. 
Jadi sebenernya cerita mau ke Hillsong ini udah direncanakan sejak November 2014 dimulai dari wacana gw dan TK yang (katanya) mau ke Hillsong Conference 2015, tapi tiap mau beli tiket selalu galau. Akhirnya terealisasikan juga karena one day Ko Andrew tiba-tiba bilang di grup whatsapp kalo dia udah beli tiket Hillsong. Gw masih inget banget di tengah kemacetan menuju Semanggi, gw langsung booked tiket Air Asia ke Sydney karena waktu itu promo murah banget cuma 2,5 juta (padahal tiket pulangnya mahal banget T.T). Lalu berlanjutlah cerita Hillsong Trip ini dan akhirnya banyak juga yang pergi ke Sydney. Jadi nanti yang ke Sydney ada gw, TK, Ko Andrew Christiawan, Andrew Christopher, Andrew Ru (emang banyak Andrew disini), Ting Ting, Kodok, dan Rubin. Rame kan? Asik kan? 

Okeh, cerita tentang Hillsong Trip ini akan dilanjutkan setelah gw pulang dari sana ya teman-teman. Kali ini gw mau membahas tentang gimana cara apply visa Australia.

Sebenernya cara yang paling gampang adalah melalui agent. Tapi karena pada dasarnya ada jiwa petualang dalam diri gw (kayak Bolang), akhirnya beberapa dari kita yang mau ke Aussie ini memutuskan untuk apply sendiri tanpa melalui pihak agent. 

Setelah mengumpulkan informasi dari sana sini, akhirnya kita dapet info dan dokumen apa aja yang dibutuhin untuk apply visa Aussie.

Dokumen yang dibutuhkan yaitu :
1. Form aplikasi ( bisa di download di http://www.vfs-au-id.com)
2. Paspor asli lama dan baru
3. Fotokopi paspor lama dan baru
4. Fotokopi Akte Lahir
5. Fotokopi Kartu Keluarga
6. Fotokopi KTP (atau kartu pelajar atau keduanya)
7. Fotokopi tiket pesawat PP
8. Fotokopi akomodasi dan itinerary selama disana
9. Surat referensi bank (atau surat sponsor perusahaan)
10. Fotokopi buku tabungan atau rekening koran 3 bulan terakhir
11. Reference letter ( gw pake reference letter yang didapat dari Hillsong Conference)
12. Pas foto ukuran 4 x 6 (1 lembar ditempel di form aplikasi)

Australia Visa Application Form


Dokumen Apply Visa




Untuk pembuatan visa Australia sendiri waktu itu gw dikenakan biaya sebesar Rp 1.643.000,- tapi mungkin bisa berubah-ubah sesuai kurs Dollar. 

Sebelum hari H gw udah siapin semua dokumen yang diperlukan. Sebenarnya lumayan deg-degan juga karena worst casenya adalah pengajuan visa gw ditolak. Tapi karena gw pergi dengan maksud baik, jadi dibawa doa dan diserahin aja semuanya ke Tuhan. Daaannn, gw melakukan kesalahan bodoh di hari H. Gw bangun kesiangan!!! OMG, padahal udah janji sama Thomas mau jemput dia dulu. Alhasil gw gak mandi hari itu, cuma sikat gigi, cuci muka, en semprot parfum doank. Lalu, pas mau berangkat, udah kunci pintu, baru inget paspor gw ketinggalan di scanner karena malemnya gw nge scan paspor. Akhirnya setelah gubrak gubruk sini sana, berangkat lah gw dan Thomas menuju Kuningan City tepatnya ke kantor VFS Global. Untungnya hari itu sama sekali gak macet. Padahal kita udah ngira bakal macet di daerah Tanah Abang.

Sesampainya di Kuningan City, kita menuju ke lantai 2 tempat VFS Globalnya. Kita pikir bakal rame banget karena sebenernya kita rada telat jam 9.30 baru sampe sana. Tapi ternyata disana gak terlalu rame. Di kantor VFS ternyata kita gak boleh bawa tas laptop dan semua gadget harus dimatiin. Jadi sampe sana kita gak bisa foto-foto narsis (padahal udah niatan pengen foto ini itu buat kepentingan blog). Nah, ternyata VFS itu adalah tempat pembuatan visa berbagai negara. Jadi untuk yang ingin bikin visa Australia, New Zealand, UK, Canada, Singapur, bisa dateng ke VFS ini karena VFS ternyata adalah agent visa yang udah berlisensi dari Embassy negara tersebut. Mungkin dibikin VFS ini supaya yang mau apply visa gak membludak di kantor embassy kali yaa (sok tau)..

VFS ini kantornya bagus banget karena semuanya terarah dan pake sistem. Sesampainya disana, ada konter khusus untuk ngecek dokumen kita apakah data yang diisi sudah lengkap dan dokumen yang diperlukan udah sesuai atau belum. Lalu setelah semua dokumen sudah di cek, kita bisa menuju konter tempat masukin dokumen dan pembayaran. Karena hari itu yang apply visa Australia lumayan sepi, jadi kita gak ngantri lama-lama.

Setelah kita masukin dokumen, nanti mbak-mbak nya bakal ngasih kita semacem struk yang dibelakangnya ditempel barcode. Guna dari barcode itu adalah untuk ngetrack aplikasi visa kita. Untuk ngetrack aplikasi visa, kita tinggal masukin nomor barcode dan tanggal lahir kita di website VFS Global Indonesia. Lalu akan muncul keterangan visa kita.

Receipt dan Barcode Aplikasi Visa


Tracking Visa




Setelah beres, kita tinggal bayar dan done.. Nunggu visa nya jadi deh. Pembuatan visa Australia katanya paling lama 15 hari. Tapi selang waktu 7 hari biasanya sih udah jadi. Oh ya, FYI, visa sekarang udah gak berbentuk stiker yang ditempel di paspor lagi. Jadi visa akan dikirim melalui email dan kita tinggal print visanya. Lumayan efektif sih karena berarti kita gak perlu repot ke VFS untuk ambil visanya dan paspor kita juga gak ditahan. Tapi sebenernya gw lebih suka ditempel di paspor sih buat kenang-kenangan (dan kepentingan foto di blog juga. lol). Ya sudahlah ya, yang penting bisa ke Aussie.


Selama masa penantian visa, gw dan teman-teman yang lain ketar ketir karena nunggu 15 hari ternyata lama, apalagi gak dihitung dengan hari libur. Akhirnya teman-teman seperjuangan mulai dapet kabar. Satu satu udah pada keluar visanya dan mereka pada dapet visa multiple. Jadi mereka bisa ke Aussie berkali-kali dalam setahun tanpa perlu apply visa lagi. Sedangkan anehnya visa gw dan TK gak keluar-keluar. Duh deg-degan deh sampe minta tolong didoain sama anak-anak DATE. Pas kita track pake barcode, katanya visa kita udah dikirim by email, tapi sampe detik itu gw en TK belum dapet emailnya. Untung punya teman senasib sepenanggungan jadinya gak bikin terlalu takut. Akhirnya kita berdua ngirim email complain ke VFS dan ditanggapi lumayan cepat sama VFS.
Seingat gw, kita ngirim email complain hari Jumat, dan hari Senin nya visa kita udah di email. Yeayyy, pas dapet email visa itu langsung lega banget dan cepet-cepet ngabarin di grup whatsapp. Lumayan bingung juga karena gw dan TK dapet visanya yang single entry dan cuma 3 bulan, tapi tetap bersyukur karena visa udah keluar. Lagian kita juga belum ada plan untuk ke Aussie lagi dalam waktu dekat jadi ya gapapa walaupun cuma dapet single entry.




Visa Australia Vivin


Okay sekian guide pembuatan visa Australia. Nantikan travelling post gw tentang Sydney ya teman-teman. Hope this post will help you!!! :)

Monday, April 20, 2015

Scandinavian Coffee Shop

Holaaa.. I'm back..

Setelah agak lama gak ngepost, hari ini akhirnya saya ngepost lagi dengan review tempat nongki yang lainnya. Maap yaaa bagi yang menantikan post terbaru dari saya. Hohohoho..

Baiklah, jadi hari ini gw bertamasya ke Serpong. Nah, jarang-jarang kan mainnya jauhan dikit. Padahal pas jaman kuliahan dulu gw mainnya di Tangerang terus ya. Dan setelah lulus udah menetap jadi anak Jakarta gitu deh. Ternyata Serpong semakin maju setelah gw jarang main kesana. Hih, kenapa gak dari dulu ya majunya? Dan sekarang banyak tempat nongkrong yang gahol ala ala juga di Serpong. 

Gw bisa main ke Serpong karena lagi mau ketemuan sama teman gw yaitu Jo dan cicinya yang baru aja datang dari Samarinda. FYI, Jo ini penyanyi loh.. Bisa dicari di Youtube deh MV dan penampilan dia. Lol... Jadi promosi. Okeh back to topic, kan gw mau me review tempat.

Gw dan Jo akhirnya janjian di salah satu coffee shop dekat rumah sakit Betshaida Serpong. Namanya agak unik yaitu Scandinavian Coffee Shop. Gak susah nyari nya walaupun ruko nya ada di bagian dalam. Kalo mau kesini, bisa langsung di Waze atau Google Maps aja (seperti yang gw lakukan).

Suasana di Scandinavian ini cozy dan asik buat nongki-nongki sedap karena tempatnya gak berisik dan bersofa. Selain itu ada ruangan non smoking dan bagi yang smoking bisa nongkrong di bagian luar cafe.

Interior Scandinavian Coffee Shop







Menu Scandinavian ini juga menu yang sudah familiar banget buat kita, jadi gak bingung untuk milihnya. Selain itu di Scandinavian juga menjual cake-cake yang enak dan ada juga small bites.

Menu Scandinavian Coffee Shop





Karena lagi mau pesen yang beda-beda (untuk keperluan foto sepertinya. Hahahahahaha...), jadinya gw pesen hot Green Tea Latte, lalu Jo pesen Nutella Frappucino dan ci Sarah pesen Oreo Frappucino. Selain itu kita juga pesen Red Velvet Cake dan Banana Nutella Mille Crepes. Kita juga pesen French Fries nya. Nah, lucunya, pas kita pesen french fries, mas-mas nya sih bilang french friesnya itu adalah fries original yang kita pikir cuma digoreng doank. Ternyata setelah dateng, ada kejunya diatas french fries. Tapi karena efek cahaya (atau efek ngantuk? :p), keju parut yang ada diatas fries nya kelihatan kayak bihun sampe gw bingung sejak kapan fries dipakein bihun. Lol.. Tapi ternyata keju bihun itu enak banget. Best french fries ever deh yang pernah gw makan. Nyummm..

Cake nya sendiri sangat - sangat enak karena rasanya pas dan gak terlalu manis. Apalagi banana nutella nya yang katanya sih jadi favorit. Gw juga suka banget sama green tea latte nya karena gak terlalu pekat dan latte art nya yang super rapi. Oreo dan Nutella di Frappucino Scandinavian juga berasa banget dengan whipped cream yang banyak di atasnya (oh, I love whipped cream!!!).

Foods and Beverages Scandinavian Coffee Shop

Green Tea Latte


Nutella & Oreo Frappucino


Red Velvet Cake


Banana Nutella Mille Crepes



French Fries ( with "bihun" look-alike cheese. lol)


Bener kan gw bilang, cheese yang diatas french friesnya mirip bihun. Huahahahahahaha... Eh, tapi minuman dan cake nya enak-enak loh. Selain itu harganya juga gak terlalu mahal dan suasananya enak buat ngobrol-ngobrol. Very very recommended untuk kalian yang lagi tamasya ke Serpong seperti gw :)

Scandinavian Coffee Shop
Ruko Graha Boulevard D/15
Gading Serpong, Tangerang

IG : @scandinaviancoffeeshop
email : scandinavian.dept@hotmail.com



review from me :
Food : 5/5
Drink : 5/5
Service : 4/5
Place : 4/5
Price : $

Tuesday, March 31, 2015

Chubby Chicken

Hai hai,

Gue nongol lagi nihhh... Pasti pada bertanya-tanya tumben si Vivin jadi sering nge-post. Loh kan resolusi awal tahun kemaren salah satunya adalah jadi rajin nulis blog. Jadi harus direalisasikan donk... Hohoho..

Hari ini gw diundang oleh salah satu temen gw Anggie untuk mencicipi usaha dia yaitu makanan atau lebih tepatnya snack yang paling digemari sama anak masa kini yaitu crispy chicken.

Konon katanya (ceilah..) crispy chicken ini asal nya dari Taiwan, dan banyak sekali dijual di pinggir jalan terutama di street market di Taiwan seperti di XiMenDing atau Shihlin Night Market.  Karena itu stall dan toko yang menjual crispy chicken di negara lain bilang kalo toko mereka menjual Taiwan Street Snack.

Stall crispy chicken punya Anggie sendiri dikasih nama Chubby Chicken Taiwan Street Snack. Duhhh, cute banget kan? Nah, Chubby Chicken sendiri adalah franchise yang pusatnya di Surabaya. Kalo kalian main ke Surabaya, mungkin bakal sering ketemu sama Chubby Chicken di berbagai tempat. Di Jakarta sendiri Chubby Chicken ada di Mal Citraland dan Mal Ambassador.

Okeh, balik ke cerita gw, gw menuju ke Citraland waktu makan siang dan langsung menuju ke stall Chubby Chicken yang ada di lantai 4 tepatnya di seberang BMK. Gak susah menemukan stall Chubby Chicken karena warna nya yang ngejreng. Kuning dan Orange ala ala chicken gitu deehhh...  Lalu maskot chicken yang super super cute lagi. Mencerminkan namanya, Chubby Chicken.

Stall Chubby Chicken 






Nah, setelah sampai disana, Anggie sebagai ibu manager yang perhatian dengan customer langsung menawaran menu-menu yang favorit di Chubby Chicken. Sebenarnya gw juga bingung milih nya karena kelihatannya semua nya enak dan menarik. Yang bikin Chubby Chicken beda adalah, walaupun namanya pake embel embel chicken, tapi sebenarnya mereka juga menjual Crispy Dori Fillet dan Crispy Squid Fillet. Jadi buat para seafood lovers (seperti gw), gw kasih tau aja, you gonna love the crispy squid! 

Nah, setelah milih dagingnya, kita bisa milih bumbu yang kita mau. Chubby Chicken punya banyak pilihan bumbu loh. Dan lebih istimewanya lagi, kita bisa combine 2 bumbu dalam 1 menu. 

Pilihan fillet dan bumbu di Chubby Chicken


Tempat Pembuatan Crispy Chicken ala Chubby


Karena gw bingung, akhirnya gw pesan 3 macam fillet yang ada dengan bumbu yang berbeda. Dan karena gw juga bingung milih bumbunya, akhirnya ibu manager yang milihin buat gw yaitu Crispy Chicken Fillet with Hot Chilli and Blackpepper, Crispy Dori Fillet with BBQ and Garlic, dan Crispy Squid Fillet with Seaweed and Garlic. 

Ini Chubby Chicken pesanan Vivin



Crispy Chicken Fillet with Hot Chilli and Black Pepper


Enyaaakkkk... Pertama kali nyobain langsung suka banget. Kenapa? Karena daging nya crispy banget dan gak berminyak sedikitpun. Bumbu nya juga berasa banget tapi gak seret di tenggorokan. Katanya sih bumbu yang dipakai di Chubby Chicken langsung diimpor dari Taiwan loh. Makanya citarasa Taiwannya bener bener kerasa. Lalu potongan Chubby Chicken juga kecil jadi kita gak perlu repot  gigit-gigit lagi. Langsung leppp gitu maksudnya. Hohohoho..

Favorit gw sih.. hmmm apa ya.. gw masih galau antara squid atau dori filletnya. Hahahahaha.. Mungkin yang penasaran bisa coba dua-duanya. :) Harga crispy chicken di Chubby Chicken bener-bener terjangkau loh. Makanya, yang doyan nyemil bisa langsung meluncur ke Cubby Chicken di :

Citraland Lantai 4 ( depan BMK)

atau

Mal Ambassador Food District 2 Lantai 4 ( depan A&W)


review from me :
Food 5 / 5
Service  5 / 5
Price $



Thursday, March 26, 2015

Roba Yakitori Taman Anggrek

Hari ini gw dan Ko Andrew ketemuan. Kemaren pas lagi planning sempet bingung mau ketemuan dimana, trus kepikiran Roba Yakitori yang baru aja buka di Taman Anggrek. Gw udah sering banget ngelewatin tapi gak pernah mampir. Karena lagi rajin food blogging, akhirnya kita memutuskan buat ketemuan di Roba Yakitori karena tempat baru ( ala ala food blogger yang eksis gitu deh kak). Hohohoho... Jadi ternyata Roba Yakitori ini masih satu group dengan Pancious, makanya tempatnya bersebelahan yaitu di Lantai 3 Mal Taman Anggrek.

Roba Yakitori


Kita kesana pas jam makan siang, restorannya gak terlalu rame karena emang bukan weekend juga. Nah, untuk pemesanan makanannya, kita harus ngantri untuk memilih set yang kita mau. Di antrean pilih makanan, ada yakitori mentah yang dipajang. Ada chicken skin, breast fillet, dan yakitori lainnya. Apa sih yakitori itu? Gampangnya, yakitori itu sate ala Jepang. 

Lalu setelah memilih menu set yang kita mau, kita juga bisa add ons yakitori yang lainnya juga. Orangnya akan kasih kita bon untuk dibayarkan di kasir nantinya. Dan setelah itu pilih minuman. Seperti resto Jepang yang lain, ocha panas atau dingin udah pasti jadi pilihan. Setelah itu kita baru bayar di kasir.

Interior Roba Yakitori




Setelah nunggu gak berapa lama, akhirnya makanan kita pun dateng. Gw pesen Set Yakitori Bento 2 Bdan ko Andrew pesen Set Yakitori Bento 2A.  Bedanya sebenernya hanya di Yakitorinya. Kalo gw punya Yakitori Chicken Leg dan Chicken Breast Teriyaki dan Ko Andrew punya Ckicken Leg Teriyaki dan Chicken Skin Shio. Di set itu udah termasuk tamago dan nasi juga.

Menu Roba Yakitori






Yakitori Bento 2A


Yakitori Bento 2B


Nah, bagi yang membawa kartu pelajar atau mengisi comment form, bakal mendapat Matcha Ice Cream yang super yummy dan soft.. Menurut gw sih matcha ice cream nya adalah the best part dari acara makan-makan di Roba ini. Apa karena gratisan? Hahahaha... Yang jelas gw suka banget sama ice cream nya.
Roba Matcha Ice Cream

Sekian review hari ini, Yang suka makan yakitori bisa coba dateng ke Roba Yakitori di :

Roba Yakitori
Mal Taman Anggrek 3rd floor
Grogol Petamburan, Jakarta Barat
11470

Review from me:
Food : 3 / 5
Drink : 3 / 5
Place : 5 / 5
Service : 5 / 5
Price : $$