Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Wednesday, July 15, 2015

Sydney Trip : Arrive! Brace Yourself!

Halo halo teman-teman yang lagi menikmati libur lebaran. I’m back!  Still fabulous and gorgeous seperti biasa tentunya dengan membawa oleh-oleh dari Sydney untuk kalian. Yup, oleh-olehnya cerita liburan gw ya (ngeselin). Hahaha..

Di postingan ini gw mau cerita hari pertama gw di Sydney dan beberapa tips arrival untuk kalian yang berencana liburan di Sydney. Tujuannya simpel, supaya liburan kalian seru dan fabulous seperti liburan gw tentunya. Hohohoho..

Liburan Sydney ini berawal dari keinginan gw dan teman-teman yang lain untuk ikut acara tahunan Hillsong Church yaitu Hillsong Conference 2015. Setelah persiapan setengah tahun dari November tahun lalu, akhirnya tanggal 27 Juni, gw, TomKuu, Andrew Christiawan, Andrew Ru, dan Ting-Ting berangkat ke Sydney. Karena kita naik Air Asia, kita transit dulu beberapa jam di Kuala Lumpur lalu dilanjutkan dengan flight ke Sydney. Perjalanan dari KL ke Sydney lumayan lama sekitar 7 jam 40 menit dan kita ngambil flight jam 23. 40. Dehh, bayangin deh gimana gw di pesawat. Gak bisa tidur donk kak walaupun udah minum obat tidur. Alhasil pagi-pagi sampe di Sydney dengan mata panda dan kepala pusing.


Flight To Sydney

Almost arrive!


Arrive!


Sesampainya di Kingsford Smith yaitu airport Sydney, kita lewatin imigrasi dan custom. Bagi yang membawa makanan termasuk saos sambel dan lainnya wajib ngelapor di custom ya karena Australia cukup ketat untuk urusan barang-barang yang masuk ke negaranya. Tapi untuk urusan imigrasinya sendiri cukup lancar dan gak ditanya macem-macem kog.

Nah, di airport Sydney banyak banget brosur-brosur dan peta wisata Sydney. Brosur-brosur tersebut sangat recommended untuk diambil karena banyak info dan di bagian belakang buku Sydney Guide ada banyak kupon diskon untuk masuk ke tempat wisata di Sydney seperti wisata di Darling Harbour, Blue Mountain, dan Taronga Zoo. Lumayan kan bisa menghemat beberapa puluh dollar.

Brosur dan Map Sydney


Setelah selesai dengan urusan imigrasi, bagasi, dan custom, kita semua mampir di booth Optus yang ada di airport. Optus adalah provider telepon yang cukup terkenal disini. Selain Optus sebenarnya ada Vodafone dan Telstra. Tapi kita direkomendasikan untuk beli Optus sama temen yang udah lama tinggal di Aussie. Jadilah kita ngantri untuk beli SIM Card Optus.


Booth Optus


Optus sendiri punya banyak  pilihan paket. Ada yang $30, $40, $60 tergantung kuota dan pulsanya. Kita pilih paket $30 tapi karena ada promo jadi harganya cuma $20 yang udah include paket data 500 MB selama seminggu dan pulsa kalo gak salah $30. Termasuk murah. Dan ternyata 500 MB sangat-sangat cukup untuk ber socmed ria selama 10 hari. Padahal kita kira kartunya bakal mati setelah seminggu, tapi ternyata sampai kita pulang ke Indo, kartunya masih bisa dipakai. Lalu telpon sesama nomor Aussie juga gratis dan internetnya super ngebut. Gak rugi lah beli kartu ini kalo berencana stay cukup lama di Sydney karena kita akan sangat-sangat perlu koneksi internet untuk liat google maps dan jadwal train.

Optus card

Setelah selesai dengan urusan SIM Card, kita menuju apartemen yang udah kita sewa untuk 10 hari ke depan di daerah Erskinville tepatnya di Sydney Park Road. Kita dapet apartemen ini dari AirBnB.com dan ternyata apartemennya sangat-sangat memuaskan. Dekat dengan train station St. Peters dan banyak tempat makan di sekitar apartemen. Lalu apartemennya juga cozy dan lengkap. Ada 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur, mesin cuci, mesin pengering baju, dishwasher, oven, microwave, dan si owner juga udah nyiapin beberapa bahan makanan yang bisa kita pakai. Selain itu ada fasilitas gym dan kolam renang juga. Berasa hommy banget lah waktu sampe di apartemen.



Balkon Apartemen


Pool view

Kamar mandi

 Kamar tidur

Ruang Tamu

Setelah selesai beres-beres, karena udah jam makan siang, akhirnya gw, TK, dan Andrew Ru keluar untuk cari makan dan ke supermarket untuk beli sarapan buat beberapa hari. Sempet bingung karena banyak tempat makan, gw dan TK milih makan di coffee shop pinggir jalan Sydney. Syok juga pas liat harga semua makanannya di atas $10. Tapi sepertinya standar makan di Sydney emang segitu deh.

First meal at Sydney



Selesai makan, kita ke minimarket dan gw beli sereal, susu, biskuit. Selain itu, kita juga beli OPAL CARD. Nah, OPAL ini juga salah satu hal penting yang harus dibeli kalo niat jalan-jalan sendiri di Sydney. Opal card bisa dipakai di train, bus, dan feri selama di Sydney dan bisa di top-up dengan kelipatan $10. Untuk pembelian pertama, gw dan teman-teman langsung top-up $40. Keuntungan pakai OPAL card ini adalah, kita bisa gratis kemana saja selama seminggu setelah kita pakai OPAL ini 8 kali. Jadi misalnya hari Selasa kita sudah tap OPAL card kita selama 8 kali, di hari Rabu sampai hari Minggu kita gratis naik transportasi di Sydney (yang pakai OPAL). Tapi di hari Senin berikutnya ya bayar lagi sampe 8 kali pemakaian. Untuk informasi, satu kali perjalanan dengan train biasanya harganya $3 - $5 tergantung jauh dekatnya. Jadi triknya adalah, kalo kalian berencana pergi ke tempat yang lumayan jauh, tunggu sampe OPAL nya gratisan jadi walaupun jauh, gak kena charge sama sekali. Hehehehe..

OPAL CARD


O ya, untuk yang mau menghemat biaya makan, kalian juga bisa beli sereal dan susu untuk sarapan. Susu dan sereal di Aussie beda dengan Indo dan rasanya enak loh. Yogurt dan madunya juga enak. Untuk yang kangen dengan nasi juga bisa beli nasi instant yang tinggal di microwave aja. Dengan ngestock makanan, uang jajannya bisa disimpen untuk lunch atau dinner. Di Aussie, biasanya orang-orang belanja di Woolworths, kayak Carrefour gitu deh kalo di Indo. Selain Woolworth ada juga supermarket yang lain yaitu Coles. Harganya gak jauh beda kog.

Woolworths and Coles




Yogurt dan Sereal terenak yang pernah gw makan


Tips selanjutnya adalah download aplikasi TripView Lite di smartphone kalian. Apps ini adalah apps untuk ngecek jadwal train di Sydney. Caranya gampang banget. Kita tinggal masukin nama station tempat kita dan station tujuan. Lalu nanti akan muncul jadwal train beserta nomor platform nya. Kalau kita perlu transit, apps ini juga akan kasih tau dimana kita akan transit dan harus tukar di platform berapa. Jam kedatangan train yang ada di apps ini sangat-sangat tepat waktu jadi kita bisa memperkirakan jam berapa kita akan sampai di tujuan.

Trip View Lite



Google maps juga berguna banget di Sydney terutama yang kemana-mana jalan kaki dan naik transportasi umum. Dengan pake googlemaps, kita gak perlu takut nyasar karena GPS nya akurat banget.

Sekian tips and trik yang bisa gw kasih untuk hari pertama di Sydney. Semoga bisa berguna untuk kalian yang mau jalan-jalan ke Sydney. Jangan lupa untuk tetap bawa paspor kemanapun kalian pergi ya. Nantikan cerita tentang tempat wisata di Sydney dan Hillsong Conference 2015 di postingan berikutnya ya.. See you! :)



Sunday, August 4, 2013

Tips : Belajar Bahasa di Yonsei Korean Language Institute

Gw udah resmi diterima di Yonsei Korean Language Institute dan siap berangkat tanggal 17 September mendatang.
Nah, karena lumayan banyak yang nanya gimana caranya ngedaftar, hubungin contact person nya, gw mau berbagi cerita gw dari awal gw nyari sekolah bahasa di Korea sampai akhirnya gw diterima dan dikirimin certificate of admission nya.

Awalnya karena gw mau sekolah di Korea, jadi gw suka buka website univ yang terkenal di Korea seperti Yonsei, Ewha, Sungkyunkwan, sampai SNU. Gw juga rajin baca blog orang-orang yang sekolah bahasa di Korea. Akhirnya gw memutuskan sekolah di Yonsei karena setelah gw liat website nya, mereka kayaknya punya kurikulum yang jelas, buku, dan students activity yang menarik. Emang sih kalo dari segi harga, Yonsei lebih mahal sedikit daripada Ewha. Tapi karena menurut surveidata ranking universitas di Korea, Yonsei adalah ranking ke 6 ( kalo dilihat dari http://www.4icu.org/kr/) jadi gw memilih Yonsei. ( Biasa orang Indonesia, sangat percaya akan survei). Setelah itu, gw rajin banget ngikutin perkembangan website www.yskli.com. Dari program yang ditawarkan, gw milih regular program karena kelasnya seperti sekolah biasa, hari Senin-Jumat dari jam 9 pagi sampai 1 siang. Tiap semester terdiri dari 10 minggu dan ada mid exam dan final exam. Total semesternya ada 6. Jadi kalo kita ikutin terus dari semester 1 sampai 6, untuk lulus itu butuh waktu 1,5 tahun. Beruntungnya, di awal-awal akan ada placement test. Jadi untuk yang udah bisa bahasa Korea walaupun sedikit, mungkin bisa loncat kelas yang berarti menghemat waktu dan uang. Selain itu, sekolah bahasa adalah sekolah yang tidak mengikat. Kalo kita udah gak mau lanjut ke level berikutnya, kita bisa keluar sekolah. Kita juga bisa pindah ke sekolah lain. Kesimpulannya, kita bisa berhenti di level yang kita tentuin sendiri.
Di website YSKLI ada pilihan program, dan masing-masing program punya jadwal apply, orientation, placement test, dan hari pertama sekolah yang beda-beda. Jadi kalo udah nentuin program yang dimau, tungguin aja pas pendaftarannya dibuka. Kalo udah yakin banget bakal sekolah disitu, hari pertama pendaftaran dibuka, apply secepat mungkin karena setau gw sistemnya adalah first come first served. Untuk lebih mudahnya, kita bisa bikin account dulu di website YSKLI. Account itu juga sebagai account student kita nantinya. Untuk ngedaftar, tinggal isi online application yang ada di websitenya juga.

Nah, yang paling penting itu adalah dokumen-dokumen yang harus dikirim via email ke admission office disana. Gw agak sedikit ribet tentang masalah dokumen ini. Dokumen yang harus di email adalah paspor, ijasah terakhir/ transkrip nilai terakhir, surat referensi bank, dan bukti pembayaran uang pendaftaran ( 60.000 won). Yang bikin gw repot adalah ijasah terakhir / transkrip nilai terakhir. Ceritanya lumayan panjang.

Jadi ceritanya waktu gw daftar itu gw masih semester 8 di kampus dan belum sidang, waktu itu gw lagi nulis skripsi. Nah, gw berpikiran untuk ngasih transkrip nilai univ gw ke mereka karena toh sebentar lagi gw bakal lulus kuliah, jadi ngapain gw kasih ijasah SMA. Betul gak? Akhirnya gw scan transkrip nilai gw dan gw email ke mereka. Beberapa minggu kemudian, gw dapet email balesan kalo dia minta diploma certificate. Lah, kita kan tau kalo di Indonesia ini dari SMA (high school) langsung ke universitas. Gw gak punya donk diploma certificate dan akhirnya gw bilang sama dia, gw cuma punya high school certificate dan gw belum lulus dari uni gw, jadi belum punya ijasah universitas juga. Dibales lagi, ok gapapa high school ceritficate. Gw scan lah ijasah SMA gw dan gw kirim (harap-harap cemas semoga dia gak minta yang udah ditranslate bahasa inggris). Beberapa hari kemudian, gw dapet email lagi, katanya ijasah terakhir harus dilegalisasi sama Embassy Korea. Yaelah, gw lumayan emosi karena di websitenya gak ditulis (kalo sekarang di websitenya ditulis tuh yg tentang legalisasi, tapi percaya, jaman gw daftar dulu, gak ada di websitenyaaa tuuhhh). Akhirnya gw bawa deh fotokopi ijasah gw ke Embassy Korea buat dilegalisasi. Untungnya di Embassy sana gw gak dipersulit, walopun orangnya sempet nanya juga kenapa gak dalam bahasa inggris. Karena gw udah lumayan kesel, gw bilang gapapa, yang bahasa Indonesia aja. Akhirnya fotokopi ijasah gw di-cap dan dikasih materai ala Korea gitu. Bayar pula sekitar 80ribu gitu kayaknya. Setelah itu gw scan ijasah gw dan gw kirim. Finally, 2 minggu kemudian gw dapet email penerimaan.

Lanjut cerita, di email penerimaan, gw disuruh bayar uang sekolahnya yaitu 1.680.000 won. Tapi kalo gw mau dapet visa D-4, gw mesti bayar untuk 2 semester sekaligus karena kalo cuma 1 semester, gw stay di Korea kurang dari 90 hari. Sedangkan visa D-4 cuma untuk orang yang mau stay lebih dari 90 hari. Akhirnya gw bayar untuk 2 semester, gw scan bukti pembayarannya dan minta dikirimin certificate of admission nya. Nah, ini juga lama banget dibales emailnya. Gw juga geregetan karena pengen cepet-cepet apply visa dan waktu itu gw kepepet mau pulang ke Jambi. Akhirnya gw telpon Embassy Korea buat nanya lama pembuatan visa D-4. Karena katanya cuma 5 hari, akhirnya gw mutusin buat bikin visa setelah gw balik ke Jakarta lagi. Nah, bener aja setelah gw pulang ke Jambi 2 hari, baru deh gw dapet email kalo dia udah kirimin certificate of admission nya ke alamat rumah gw via pos dan nomor resi pengiriman biar gw bisa ngetrack surat gw udah sampe mana.

Lamanya gw ngurus pendaftaran ada kali ya 1,5 bulan dari pertengahan Mei sampe akhir Juni. Itu karena mereka bales emailnya yang juga lama, tapi emang ditulis juga di websitenya kalo email mungkin dibalas 2 minggu kemudian. Jadi gw gak bisa terlalu nyalahin mereka karena mungkin banyak yang ngedaftar juga. Gw sendiri juga sering-sering follow up mereka dengan email nanya-nanya terus. Akhirnya setelah keribetan ini, selesai juga urusan daftar mendaftar di YSKLI dan 20 hari lagi gw bakal berangkat ke Seoul.

Tips :

1. Kalo ada yang kurang jelas dari website, bisa langsung email ke CP nya untuk nanya langsung. Mereka pasti ngejawab kog walaupun mungkin dibalas berhari-hari kemudian.
2. Kalo udah transfer uang pendaftaran  atau uang sekolah, simpan bukti pendaftaran baik-baik. Mereka menerima transfer uang dalam USD, jadi gak perlu repot-repot nyari bank yang bisa transfer dalam bentuk Rupiah ke Won. Bank - bank biasa juga bisa kog walaupun emang yang namanya transfer ke luar negeri ada biaya yang lumayan besar. FYI, waktu itu gw transfer dari Bank Permata ke Woori Bank di Korea dan kena biaya bla bla bla sekitar 350ribu kayaknya.



Wednesday, July 31, 2013

Tips : Applying South Korea D4 Visa (for Indonesian)

Hari ini gw baru apply visa untuk ngelanjutin studi ke Korea. Jenis visa yang gw apply adalah D-4 yaitu visa untuk Pelatihan Bahasa Korea. Perlu dicatat kalo visa untuk jalan-jalan, visa untuk sekolah (univ dan master) itu berbeda sama visa gw ini.  Berhubung gw udah diterima di Yonsei Korean Language Institute, jadi gw bisa apply visa D-4. Visa pelajar hanya bisa di apply dengan melampirkan certificate of admission alias surat penerimaan dari universitas ato institusi tempat kita akan melanjutkan studi.Jadi tadi pagi jam setengah 9 gw dijemput cowok gw di rumah dan kita berangkat ke Plaza Indonesia sekalian cowok gw pergi kerja juga. Gw udah 4x ke Embassy Korea Selatan, jadi gw udah tau tempatnya di The Plaza (gedung yg connect dengan Plaza Indonesia) lantai 30. Akhirnya jam 9 gw sampe di PI dan langsung menuju ke The Plaza.Pas di bagian ID check, mas-mas nya nanya "mau kemana mbak?" gw bilang mau ke kedutaan Korea. Dan si mas menjawab " Oh, kedutaan Korea udah pindah mbak ke gedung lama nya di Gatot Subroto samping rumah sakit Medistra."  Oh la laa, sejak kapan kantornya pindah dan gw gak tau? secara bulan Mei kemaren gw masih ke The Plaza kog. Ternyata baru pindah 5 Juli kemaren. Jelas aja gw gak tau. Sebenernya ada sih pengumumannya di website Embassy Korea, tapi gw aja yang gak baca.Akhirnya gw cari taksi dan menuju ke kantor Embassy Korea yang baru. Untungnya si supir taksi yang baik hati bantuin gw melongo-longo nyari bendera Korea Selatan. Tapi ternyata gak ada benderanya. Si supir taksi malah cuma bilang "Kayaknya ini deh Non, soalnya keliatan gedung baru". Setelah ditanya ke satpam yang ada di pintu masuk gedung, ternyata bener emang itu gedungnya.Gw turun en nanya satpam dimana tempat pembuatan visa. Setelah sampe, gw ambil nomor antrian en duduk di ruang tunggunya. Ternyata masih sepi, jadi gw cuma duduk satu menit dan akhirnya dipanggil.Gw kasih dokumen yang udah disiapin dari rumah :
1. Form aplikasi visa yang udah ditempel foto 4x6 cm ( bisa di download di website kedutaan besar Korea Selatan)
2. Paspor asli en paspor fotokopi (fotokopi bagian depan dan halaman yg ada cap nya aja)
3. Surat referensi bank dan rekening koran 3 bulan terakhir ( bisa didapat di bank tempat kita buka rekening. Pembuatan surat ini biasanya 2 hari kerja) dengan jumlah uang di dalam rekening lebih dari USD 3000 ( sekitar 30 jutaan)
4. Ijasah terakhir asli dan fotokopi
5. Certificate of admission, payment receipt, school schedule dari univ yang bersangkutan ( biasanya dikirim sama universitas via EMS< pos nya orang Korea> )

Orang yang ada di counternya ngecek semua dokumen yang ada. Setelah lengkap, dia minta uang pembuatan visanya. Untuk visa D-4 sendiri biayanya Rp 500.000,- . Setelah gw bayar, dia  ngasih gw kuitansi untuk bukti pengambilan visa. Lama pembuatan visa cuma 5 hari kerja jadi visa gw bisa diambil hari Selasa depan. Dia juga nyaranin untuk nelpon dulu sebelum ngambil untuk mastiin kalo visa kita udah jadi.




KUITANSI DAN BUKTI PENGAMBILAN VISA

Setelah semuanya selesai, gw pulang dan nunggu hari Selasa besok untuk ambil visanya. Yippiee!!!



VISA D-4 YANG UDAH JADI
Visa Korsel
Tips dari gw:

1. Datang lebih awal. Penerimaan form pembuatan visa dari jam 9 pagi - 12 siang. Pengambilan visa dari jam 2 siang - 4 sore. Kalo datang lebih awal, kemungkinan besar masih sepi.
2. Bawa fotokopi dokumen lain seperti akte lahir dan kartu keluarga. Siapa tahu nanti dibutuhin.
3. Jangan lupa ambil nomor antrian. Karena tadi gw liat ada beberapa orang lupa ngambil nomor antrian. Pas gw maju, dia nyolot karena gw dateng belakangan tapi kenapa gw ke counter duluan. Lah, kan nomor gw dipanggil..
4. Telepon dulu sebelum mengambil visa untuk memastikan visa kita udah jadi.
5. Kalo bawa mobil, parkir di RS Medistra ato K-Link Tower, karena disana lapangan parkirnya gak boleh buat orang umum yg cuma mau bikin visa

Alamat Embassy Korea Selatan : Jln. Jend. Gatot Subroto ( Sebelah RS Medistra)

No Telp : 021 2967-2580